Selasa, 22 Juli 2008

Alternatif investasi - Sapi perah

Ada beberapa alternatif investasi bidang UMKM yang bisa dilirik sebagai media perputaran dana abadi Program Beasiswa Alumni TK 2000. Salah satunya adalah usaha ternak sapi perah.

Melihat kondisi real di Indonesia di mana kebutuhan konsumsi dan pengolahan susu nasional hanya bisa dipenuhi sekitar 30% dari produksi susu nasional, maka gap 70% masih potensial untuk digarap.

Hasil studi kelayakan sederhana yang dilakukan bulan Maret 2008 untuk peternakan sapi di Cibodas, Lembang menunjukkan return on investment yang ekivalen dengan bunga deposito sekitar 14,41%. Asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
  • Harga seekor sapi dara (hamil 4 bulan): Rp 8.000.000,00
  • Termin: 15 hari
  • Kebutuhan pakan (sebelum melahirkan): 9 kg/ekor/hari
  • Kebutuhan pakan (setelah melahirkan): 15 kg/ekor/har
  • Harga pakan (50 kg): Rp 48.750,00/karung
  • Konsumsi ampas singkong: 3 karung/termin/ekor
  • Harga ampas sinkong: Rp 18.000,00/karung
  • Harga susu: Rp 3.000,00/liter
  • Produksi susu: 15 L/hari/ekor
  • Konsumsi susu pedet (3 bulan pertama): 4 L/hari
  • Nilai jual pedet jantan (3 bulan): Rp 3.000.000,00/ekor
  • Nilai jual pedet betina (3 bulan): Rp 2.700.000,00/ekor
Sebelum proses pemerahan, puting susu sapi sebelumnya harus dibasuh oleh air hangat. Menggunakan kotoran sapi dan reaktor biogas, maka penggunaan minyak tanah dan kayu bakar untuk pemanasan air ini dapat dihemat sehingga menghemat pengeluaran energi. Artinya pendapatan dari usaha sapi ini dapat ditingkatkan lagi. Banci tampil kali aku.. (hehe)

Tidak ada komentar: